Film horor Korea Salmokji: Whispering Water terus mencatat performa luar biasa di box office dan kini berpeluang menjadi film horor Korea dengan jumlah penonton tertinggi sepanjang sejarah.
Pada 10 Mei, Korean Film Council mengumumkan bahwa film tersebut resmi melampaui angka 3 juta penonton bioskop. Mengingat film ini baru dirilis pada 8 April, pencapaian tersebut berhasil diraih dalam waktu kurang dari 33 hari.
Beberapa hari sebelumnya, Salmokji: Whispering Water juga sudah melewati rekor film horor populer Gonjiam: Haunted Asylum yang pada 2018 mencatat total sekitar 2,68 juta penonton. Dengan hasil itu, film ini kini resmi menjadi film horor Korea dengan jumlah penonton terbesar kedua dalam sejarah box office Korea Selatan.

Saat ini, satu-satunya film horor Korea yang masih berada di atasnya adalah film klasik tahun 2003 A Tale of Two Sisters, yang mengumpulkan sekitar 3,14 juta penonton selama masa penayangannya.
Karena selisih angka tersebut sudah tidak terlalu jauh, banyak pengamat industri mulai memperkirakan Salmokji: Whispering Water berpotensi memecahkan rekor lama yang bertahan lebih dari dua dekade.
Film ini sendiri mengangkat cerita tentang sebuah tim produksi yang dikirim kembali ke waduk bernama Salmokji untuk mengambil ulang rekaman road-view setelah sosok misterius terlihat dalam footage awal mereka.
Namun ketika proses pengambilan gambar dimulai, mereka perlahan menyadari ada keberadaan aneh yang bersembunyi di dalam perairan gelap waduk tersebut.
Sejak awal penayangannya, film ini memang mendapat banyak perhatian karena atmosfernya yang sangat menekan dan penggunaan horor psikologis yang lebih mengandalkan rasa tidak nyaman dibanding jumpscare berlebihan. Nuansa waduk yang sunyi, gelap, dan terasa “dingin” juga menjadi salah satu elemen yang paling sering dipuji penonton.
Kesuksesan Salmokji: Whispering Water dianggap cukup menarik karena genre horor Korea dalam beberapa tahun terakhir sebenarnya jarang menghasilkan box office monster sebesar ini. Karena itu, pencapaian film tersebut kini juga mulai dipandang sebagai tanda bahwa minat publik terhadap horor Korea domestik sedang kembali meningkat.
